468x60 Ads

Selasa, 06 Maret 2012

Tentang Nazi

Sekarat dan Matinya Reich Ketiga

LAST PICTURE - Kematian Adolf Hitler menandai berakhirnya Third Reich dalam sejarah Jerman. Foto terakhir Hitler diambil di luar bunker ditempat mana ia membina anggota Hitler Youth. Setelah kematian Hitler, Laksamana Besar Kriegsmarine Karl Donitz menjadi fuhrer untuk beberapa hari.
Dari hati yang paling mendasar, saya menyampaikan terima kasih saya kepada kalian semua, sejelas seperti harapan saya bahwa kalian dalam keadaan apa pun jangan menghentikan perjuangan. Hendaknya kalian teruskan perlawanan terhadap musuh-musuh pertiwi, tak peduli di mana pun…. Dari pengorbanan para prajurit kita serta dari persatuan saya sampai mati dengan kalian, akan memunculkan bibit-bibit yang dengan gemilang akan melahirkan kembali gerakan Sosialis Nasional (Nazi) dalam suatu masyarakat bangsa-bangsa yang sesungguhnya ….”
Itulah antara lain testamen politik Adolf Hitler yang dibuatnya pada 29 April 1945. bertepatan pada hari pernikahannya dengan Eva Braun di dalam bunkernya di Berlin yang sedang digempur Tentara Merah. Sehari menjelang kematiannya itu, Hitler membuat testamenpolitik dan surat wasiat terakhirnya. Testamen itu menu-, duh musuh-musuhnya sebagai penyebab perang. “Adalah tidak benar jika saya atau siapa pun di Jerman menginginkan perang dalam tahun 1939. Perang itu dikehendaki dan diprovokasi oleh para pemimpin negara-negara lain keturunan Yahudi atau yang bekerja bagi kepentingan Yahudi.
Laksamana Besar Kriegsmarine Karl Donitz menjadi fuhrer memeriksa pasukan.
Dalam testamen itu, Hitler juga berbohong dengan menyebutkan bahwa tiga hari sebelum menyerbu Polandia, is telah menawarkan jalan keluar yang baik untuk memecahkan masalah Jerman dengan Polandia. “Tetapi hal itu ditolak karea klik yang berkuasa di Inggris memang menghendaki perang, sebagian dengan alasan komersial, sebagian lainnya akibat terpengaruh propaganda yang dilancarkan organisasi Yahudi internasional …”
Pemimpin Nazi itu juga menyampaikan kehendaknya untuk tetap tinggal di Berlin yang sewaktu-waktu akan jatuh ke tangan pasukan Soviet. “…saya memilih mati secara sukarela pada saat saya yakin bahwa posisi Fuehrer dan gedung kekanseliran tidak mungkin dipertahankan lagi. Saya mati dengan hati gembira karena saya tahu betapa tak ternilainya perjuangan dan capaian petani serta pekerja kita, dan sumbangan unik dari kaum muda kita yang menyandang nama saya….” Ia juga menuding para perwira tentara sebagai tak becus dan menjadi penyebab bencana terpukulnya Jerman dalam perang ini. Hitler lagi-lagi melarang tentaranya mengundurkan diri. “Penyerahan suatu wilayah atau kota adalah terlarang, dan para komandan harus menunjukkan teladan kesetiaan sepenuhnya terhadap tugas sampai mati.”
Pada bagian kedua testamenpolitiknya, Hitler memutuskan untuk memecat Hermann Goering dan Heinrich Himmler karena melakukan pengkhianatan dan perbuatan memalukan. Yaitu berusaha berhubungan secara rahasia dengan musuh tanpa sepengetahuannya serta mencoba merebut kekuasaan.
Ia selanjutnya menunjuk Laksamana Doenitz sebagai penggantinya sesudah mati, sebagai Presiden Reich dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Sedangkan Dr Josef Goebbels, menteri propaganda, diangkat sebagai Kanselir Reich (PM). Dua jabatan, presiden dan kanselir, tadinya dipegang semuanya oleh Hitler semenjak Presiden Hindenburg meninggal dunia tahun 1934. Kepada Doenitz, ia titip nama orang-orang yang perlu diangkat atau dipertahankan dalam pemerintahan baru. Sedangkan untuk ketua partai, ia mengangkat Martin Bormann yang selama ini menjadi sekjen partai Nazi.
Sempat nikah
Selain membuat testamen politik, Adolf Hitler juga membuat surat wasiat yang didiktekannya kepada sekretarisnya. Dalam wasiatnya, ia menjelaskan mengapa ia menikah dan mengapa bersama istrinya akan bunuh diri bersama. Ia juga berpesan agar kekayaannya yang ada dapat diwariskan kepada sanak keluarganya untuk menunjang kehidupan mereka secara sederhana.

REICHSTAG – Pada detik-detik kehancuran Third Reich, secara perlahan tentara Amerika mulai masuk. Bahkan Tentara Merah sampai hanya beberapa blok dari bunker Hitler. Foto ini diambil Februari 1945 ketika tentara AS baru saja menguasai Julich.
Dalam hal ini, hams diakui Hitler walau kekuasaannya tidak terbatas, namun ia tidak korup untuk memperkaya din. Hal ini berbeda sekali dengan sejumlah pengikutnya yang suka memperkaya diri, seperti Goering. Ia menganggap hartanya adalah milik partai atau negara.
“Sekalipun saya dalam tahun-tahun perjuangan duluyakin tidak dapat memikul tanggung jawab perkawinan, kini menjelang akhir hidup, saya memutuskan menikahiwanita yang telah cukup lama menjadi teman yang sesungguhnya, yang telah datang ke kota ini, dan dengan kemauannya sendiri ingin berbagi dengan nasib saya. Ia akan mati bersama saya atas keinginannya sendiri selaku istri. Hal ini merupakan kompensasi bagi kami berdua atas segala apa yang hilang dari kami selama saya bertugas melayani rakyat saya Adalah keinginan kami berdua agar tubuh kami segera dibakar di tempat saya paling banyak melaksanakan pekeriaan sehari-hari selama 12 tahun pengabdian kepada rakyat saya ….”
Pernikahan Hitler dengan Eva Braun dilaksanakan 29 April di ruang peta dalam bunker, dipimpin seorang pejabat catatan sipil dari balaikota Berlin yang dipanggil khusus ke bunker. Upacara berlangsung singkat, tanpa tanya jawab soal keturunan Arya atau mengenai penyakit keturunan yang mungkin mereka warisi, yang biasanya ditanyakan dalam setiap acara pernikahan Nazi. Dalam upacara ini, Eva Braun mengenakan gaun sutra hitam, sedangkan Hitler memakai seragamnya. Sesudah menandatangani surat nikah, Hitler dan istrinya bergandengan menuju ruang lain untuk menjamu sejumlah tamunya dengan sampanye dan sandwich.
Menjelang sore, masuk laporan ke bunker Hitler mengenai nasib tragis diktator fasis Italia, Mussolini, bersama kekasih gelapnya Clara Petacci. Mereka tertangkap dan ditembak mati kaum partisan Jenazah mereka dipertontonkan kepada publik di kota Milan, dengan cara menggantung secara terbalik. Hitler tentu saja tidak mau jenazahnya diperhinakan dan dijadikan mainan, “khususnya oleh orang Yahudi”. Karena itulah is menghendaki agar tubuhnya segera dimusnahkan begitu telah mengakhiri hidupnya.
Hitler dengan tegas menolak permohonan agar dia meloloskan diri meninggalkan Berlin. Satu-satunya jalan yang tersisa adalah lewat udara. Pilot
pribadinya, Hans Bauer menyatakan siap menerbangkannya, dan bila perlu dengan pesawat pembom Junker terbaru yang mampu menempuh jarak
jauh hingga Timur Tengah.

Tentara Merah ketika menguasai Reichstag.
Wanita pilot Jerman yang paling ulung dan pengagum Hitler, Hanna Reitsch juga telah menyiapkan sebuah pesawat ringan Fieseler Storch di dekat Gerbang Brandenburg Berlin. Di dalam bunker Hitler, Hanna memohon Hitler terbang dengannya ke selatan. Namun Fuehrer menolak. Ia malah memerintahkan Hanna menerbangkan Panglima Luftwaffe yang baru, Marsekal Robert Ritter von Greim yang kakinya terluka parah akibat tembakan dari darat dalam penerbangannya ke Berlin bersama Hanna. Kepada Greim, Hitler memerintahkan untuk menangkap Goering dan Himmler.
Tak lupa Fuehrer memberibekal kepada Hanna dan Greim masing-masing kapsul racun sianida, siapa tahu mereka memerlukannya. Tatkala hari mulai gelap, Hanna dan Greim menerbangkan pesawat kecilnya yang terombang-ambing di atas Berlin. Mereka hanya melihat pusat kota memerah dilalap api serta asap kebakaran di mana-mana.

Bunuh diri
Hari Senin 30 April, pasukan Rusia tinggal satu blok dari gedung kekanseliran dan bunker Hitler. Kondisi semakin gawat. Pertempuran memperebutkan gedung Reichstag berlangsung sengit. Beberapa kali pasukan infanteri Soviet berusaha menyerbu, tetapi setiap kali pula terpukul mundur. Ketika mereka akhirnya berhasil memasuki gedung simbol kekuasaan Nazi itu, untuk merebutnya pun harus melalui pertempuran berdarah-darah dari ruang satu ke ruang lain, dari tingkat satu ke tingkat lainnya. Tank dan meriam dikerahkan mendukung serbuan tersebut.
Pasukan SS dengan kefanatikan bertempurnya terus sehingga baru tersapu habis menjelang tengah malam.
Beberapa menit sebelum hari berganti menjadi 1 Mei, hari sangat penting bagi Soviet Rusia, bendera kemenangan berhasil dikibarkan di atas gedung Reichstag. Namun karena perebutan Reichstag harus dipropagandakan ke dunia sebagai puncak kemenangan Soviet terhadap Nazi, pagi-pagi tatkala matahari mulai menyinari Berlin, dilakukanlah adegan ulang pengibaran bendera kemenangan di atap gedung tersebut, khusus untuk difoto.
Duduk di sebelah kiri Hitler adalah Joseph Goebbels yang awalnya dicurigai oleh Hitler. Namun seperti kebanyakan intelijen lainnya dan orang-orang kuat di kepemimpinan Nazi, ia jatuh pada masa Fuhrer.
Siang 30 April, tatkala pertempuran di Reichstag tengah berkobar hebat, Hitler antap siang hanya ditemani kedua sekertarisnya, Traudl Junge dan Gerda Christian, serta juru masaknya yang mungkin tidak mengetahui bahwa masakan itu adalah santapan terakhir Fuehrer, sang pemimpin. eva Braun yang resmi dinikahi Hitler sehari sebelumnya, tidak beranjak keluar dari kamar. Rupanya ia tidak punya selera makan menjelang saat-saat terakhirnya.
Sementara Erich Kempka, sopir Hitler mendapat perintah mengumpulkan 200 liter bensin dalam jerigen untuk disiapkan di kebun bunker. Di bunker itu Dr Goebbels dan istrinya juga bersiap untuk kematian mereka bersama keenam anaknya. Untuk itu Magda Goebbels telah menyiapkan coklat dicampur finodin, yang akan membuat anak-anaknya tertidur lelap sehingga mereka tidak akan merasa ketika sianida dimasukkan ke mulut mereka.
Seusai santap siang, Hitler masuk ke kamarnya dan kemudian keluar bersama istrinya yang mengenakan gaun kesayangan Hitler berwama hitam dengan hiasan mawar di kiri kanan bagian leher. Mereka berdua melakukan acara perpisahan, dengan menjabat tangan mereka yang berkumpul di depan kamamya. Hitler mengucapkan kata-kata yang tidak jelas, sedangkan Eva Braun tampak tabah. Ketika memeluk Traudl Junge, ia berkata, “Kamu hams berusaha keluar dari sini, mungkin kamu akan berhasil. Sampaikan cintaku kepada Bavaria.” Setelah itu Eva Braun berbalik, mengikuti suaminya kembali masuk ke kamar pribadi mereka. Suasana menjadi senyap, semua menunggu dengan tegang dan kuyu.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 15.30 sebuah letusan pistol terdengar dari kamar Hitler. Ketika itu Traudl tengah membuatkan roti untuk makan siang keenam anak Goebbels. Setelah ditunggu sesaat, tidak terdengar suara apa pun lagi. Ajudan Hitler, Mayor Otto Guns che lalu membuka pintu dan masuk ke kamar. Para pejabat Nazi dan petinggi militer lalu mengikuti masuk. Mereka mendapati tubuh Hitler tergeletak di sofa dengan darah membasahi kepalanya yang terkulai pada sandaran tangan sofa, menghadap ke arah lantai. Darahnya menetes ke karpet.
Rupanya ia menembakkan pistol ke dalam mulutnya langsung setelah menelan sianida. Di sebelahnya, jenazah Eva Braun terbujur dalam sikap meringkuk dengan kaki di bawah badannya. Ia memilih menenggak racun sianida daripada menembak dirinya sendiri. Waktu itu adalah hanya 10 hari sesudah Hitler memperingati hari ulang tahunnya ke-56 dan baru 12 tahun tigabulan sejak ia menjadi kanselir dan mendirikan Reich Ketiga yang dicanangkannya akan berumur 1.000 tahun!
Sekarat lalu mati
Seusai Hitler dan istrinya mati dan tubuh mereka dibakar habis di kebun bunker di tengah ledakan peluru meriam Rusia, keberadaan Reich Ketiga hanya tinggal satu minggu. Dalam keadaan Reich sekarat, kanselir baru Dr Goebbels yang belum sempat mengecap kekuasaannya sebagai PM, bunuh diri bersama istrinya. Sebelumnya Magda Goebbels telah “membereskan” keenam anak mereka selagi tak sadar akibat obat tidur yang dicampurkan pada coklat mereka. Suami-istri Goebbels bunuh diri di kebun bunker dengan alasan agar para penjaga tidak perlu repot-repot mengangkat jenazah mereka ke kebun tersebut.
Goering dan Himmler, dua orang yang menurut Hitler sangat mengecewakan dirinya. Hitler pernah memerintahkan Greim untuk menangkap Goering dan Himmler.
Pada 1 Mei, tatkala lidah api masih menjilati mayat kanselir dan istrinya di taman bunker, Radio Hamburg tiba-tiba menghentikan siaran musik yang sedang menampilkan Simfoni Ketujuh ciptaan Bruckner dan menginterupsinya dengan maklumat penting yang didahului bunyi genderang militer, disusul suara penyiar: “Fuehrer kita, Adolf Hitler, yang bertempur sampai naf as terakhir melawan kaum Bolshevik, telah gugur di markas besar operasionalnya di Kekanseliran Reich.
Tanggal 30 April Fuehrer telah menunjuk Laksamana Besar Doenitz sebagai penggantinya  Tanggal 2 Mei, Jenderal Helmuth Weidling yang ditugasi Hitler untuk mempertahankan kota Berlin hingga tetes darah penghabisan, tak berdaya lagi dan hams menyerah kepada Tentara Merah. Dengan penyerahannya itu, ibukota Berlin pun praktis telah jatuh ke tangan pasukan Soviet. Dua hari kemudian, 4 Mei, Marsekal Montgomery menerima penyerahan seluruh pasukan Jerman Nazi di wilayah utara dan barat Jerman, Belanda dan Denmark. Keesokan harinya, 5 Mei, Grup Tentara G Jerman pimpinan Marsekal Kesselring di wilayah utara pegunungan Alpen juga menyusul, melakukan kapitulasi. Usia Reich Ketiga pun tinggal hitungan jari satu tangan.
Pada hari yang sama ketika Kesselring menyerah, Laksamana Hans von Friedeburg, panglima baru AL Jerman tiba di markas besar panglima tertinggi pasukan sekutu Jenderal Eisenhower di Reims. Friedeburg ditugaskan bernegosiasi dengan pimpinan pasukan sekutu, sekaligus untuk memperpanjang waktu dan kesempatan agar sebanyak mungkin pasukan Jerman dan pengungsi dapat melintas ke barat, ke wilayah yang dikuasai Amerika-Inggris untuk melepaskan diri dari cengkeraman Tentara Merah.
Jenderal Alfred Jodl, salah seorang pimpinan staf tertinggi Jerman tanggal 6 juga datang ke Reims untuk bergabung dengan koleganya dari AL. Namun usaha mereka sia-sia, karena Eissenhower mencium maksud pimpinan militer Jerman itu hanyalah untuk mengulur waktu. Ia pun lalu mengancam jika Jerman tidak menyerah saat itu juga, pasukan sekutu akan menutup garis front dan melarang pengungsi masuk ke wilayah yang dikuasainya.
Tanggal 7 Mei dinihari, Doenitz menerima laporan dari Reims. Rupanya tak ada lagi apa pun yang bisa dilakukan oleh pihaknya. Karena itu melalui radio is menginstruksikan dari markasnya yang baru di Flensburg dekat perbatasan Denmark, agar utusan Jerman di Reims menandatangani saja pernyataan takluknya Jerman tanpa syarat.
Subuh hari itu juga, pada pukul 02.41 Friedeburg dan Jodl menandatangani dokumen takluknya Jerman, sedang pihak sekutu diwakili Jenderal Walter Beddel Smith, dengan saksi Jenderal Ivan Susloparov dari Soviet dan Jenderal Francois Sevez dari Prancis. Penyerahan ini esok harinya diulangi lagi dengan pihak Soviet, dan berlaku efektif mulai 9 Mei 1945. Dengan demikian, berakhirlah Perang Dunia II di Eropa (di Pasifik masih berlangsung) dan Reich Ketiga yang telah sekarat itu pun mati!
Hitler dengan Nazi telah membuat Jerman hancur. Selama perang berlangsung, sekitar 2.850.000 orang tentaranya tewas ditambah 500.000 penduduk sipil juga tewas. Dari 19 juta tempat tinggal/rumah penduduk, tak kurang dari 2.750.000 musnah total dan 1.250.000 lainnya rusak berat. Kota-kota di negeri itu mengalami kehancuran, misalnya Hamburg kehilangan 53 persen bangunan, Koln (Cologne) 70 persen, Dortmund 66 persen, Munich (Munchen) 33 persen, Dresden 60 persen dan Berlin 37 persen.
Sekitar 16 juta orang Jerman menjadi pengungsi dari wilayah timur dan sekitar 4,5 juta orang lainnya terlantar di Jerman. Yaitu para eks-tawanan perang berbagai bangsa dan buruh paksa asing. Sarana dan prasarana banyak yang hancur, dan mereka yang selamat dari peperangan harus berjuang mati-matian untuk mempertahankan hidup.
Di bawah kepemimpinan Hitler dengan Reich Ketiga, rakyat Jerman boleh dikata nyaris akan sampai titik bunuh diri secara nasional.

 

Oberst Heinz Bar


ACE JET PERTAMA - Oberst Heinz Bar bisa digolongkan ace (et pertama dunia. Diatas Me 262A-la, la berhasil mengantongi prestasi 16 pesawat lawan.
Heinz Bar adalah wakil dari sejumlah pilot Luftwaffe kawakan yang berhasil lolos dari maut selama perang. Lahir di Leipzig, Maret 1913, citacitanya cuma satu: menjadi pilot pesawat angkut sipil. Sayang angan-angan itu cuma tercapai separuh jalan. Tercatat pada awal 1930-an, ia hanya mampu mengantongi ijin menerbangkan pesawat pribadi (PPL-Private Pilot Licence).
Jiwa terbangnya tetap bergejolak. Perubahan arah politik dalam negeri Jerman di era 1930-an membawa hikmah. Seperti umumnya pemudapemuda Jerman yang gandrung dunia dirgantara pada waktu itu, Heinz Bar pada akhirnya bergabung dengan Luftwaffe pada 1937. Walau berhasil masuk dalam jajaran pilot pemburu satuan 1. Staffel, I Gruppe of JG 51 dan dibekali pesawat Bf-109 E Emil , pangkat yang disandangnya masih kopral. Atau di lingkungan Luftwaffe kerap disebut pilot NCO (Non Commissioned Officer).
Prestasi Bar sebagai pilot tempur jempolan mulai terlihat dalam fase awal PD II. Tepat pada 25 September 1939, untuk pertama kalinya ia berhasil merontokkan pesawat lawan. Korbannya berupa sebuah pemburu AU Prancis, Curtiss Hawk 75. Sejak saat itu namanya mulai bersinar. Dalam pertempuran udara terbesar sepanjang sejarah yaitu Battle of Britain, Bar berhasil meraih predikat sebagai NCO Luftwaffe dengan skor terbanyak. Total ada 17 pesawat musuh berhasil dirontokkan.
Pada 2 Juli 1941, prestasinya sudah merangkak hingga 27 pesawat. Ini pula yang selanjutnya memicu Berlin menaikkan pangkatnya menjadi perwira (letnan dua). Tak lagi sebagai anak buah, dalam waktu singkat Heinz Bar meraih posisi sebagai komandan grup (Gruppen kommandeur) IV/JG 51. Medan tempur yang disambangi juga berpindah ke Front Timur (Rusia) hingga kawasan Mediterania.
Kelemahan Me-262 saat mendarat membuat Luftwaffe mesti membentuk skadron khusus. Fungsinya tak lain buat melindungi armada Me 262 dari incaran lawan saat mendarat. Laburan warna merah bagian bawah bodi dan sayap pesawat jadi ciri khas satuan ini
Hingga 22 April 1944, Heinz Bar berhasil mengantongi skor 200 pesawat lawan. Pangkat yang menempel dipundaknya pun sudah berubah menjadi mayor. Karirtempurnya berakhir di satuan elit JV 44. Sempat memimpin satuan itu menggantikan posisi Adolf Galland, nama Oberst Heinz Bar kian mencuat lantaran mampu membantai 16 pesawat lawan diatas jet tempur Me 262A1a. Ada satu yang menarik dari jet tunggangan sang kolonel. Kabarnya Me 262 miliknya dilengkapi senjata ekstra berupasepasang kanon MG 151 kaliber 20 mm disamping empat kanon standar kaliber 30 mm.
Pascaperang nasibnya tak pernah lepas dari dunia penerbangan. Heinz Bar mangkat setelah pesawat ringan aerobatik yang diawakinya menghujam Bumi pada 1957

0 komentar:

Poskan Komentar